Awas Sindrom Facebookholic!


Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang dilanda demam baru, yaitu gemar facebook. Situs jejaring sosial ini memang sedang naik daun. hal ini terbukti dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna tanah air. namun yang cukup mengejutkan, ternyata sindrom ini tidak hanya melanda kalangan ABG, akan tetapi orang tua paruh baya pun seolah tidak mau ketinggalan.

Apalagi perkembangan teknologi juga semakin memanjakan para facebooker, di mana setiap saat siapapun bisa update status via handphone. situs jejaring sosial seperti facebook, memang cukup banyak memiliki kelebihan. apalagi kebiasaan orang sekarang yang cenderung lebih gemar bersosialisasi di dunia maya. suatu hal yang cukup mengkhawatirkan, menurut saya. sebab kita mau tidak mau kita tinggal di lingkungan nyata, yang juga punya kewajiban untuk bersosialisasi dengan tetangga sebelah.

Namun, apabila dimanfaatkan dengan benar, melalui
facebook kita juga dapat menemukan teman lama atau bahkan keluarga yang selama ini kita tidak ketahui kabar dan keberadaannya. suatu fungsi yang layak dibanggakan tentunya.

segala sesuatu apabila digunakan dengan wajar, pasti tidaklah menimbulkan masalah. namun yang terjadi dengan para facebooker saat ini mulai mengarah ke arah yang kurang baik. mereka sudah ketagihan dengan update status dan lainnya. hingga banyak kita jumpai, sebagaimana lagu yang diangkat oleh Saykoji, banyak orang yang menghabiskan waktu produktifnya untuk berface book ria. seolah-olah ada moto baru "tiada hari berlalu tanpa
facebook".

Lalu apa saja indikasi seseorang terserang sindrom facebookholic? sebenarnya ini hanya analisis saya memandang apa yang terjadi pada fenomena jejaring sosial
facebook
  1. Selalu OL tiap waktu untuk cek status (bahkan bisa sampai 1 jam sekali sambil nyuri-nyuri waktu ketika kerja, kuliah, atau bahkan sekolah)
  2. Selalu update status, bahkan untuk suatu hal yang tidak penting untuk dipublish sekalipun
  3. Selalu mencari perhatian dengan mempublish komenter yang terkadang berlebihan
  4. Mood bekerja atau belajar hilang kalau tidak bisa OL,
  5. dan lain-lain
Namun, dalam tingkatan yang lebih parah lagi adalah di mana facebook bisa menjadi penyebab seseorang bunuh diri. Lo kok bisa?. Kisah nyata seperti ini pernah terjadi di daerah Jawa Timur dimana seorang anak sudah keranjingan facebook merengek kepada kedua orang tuanya untuk membeli handphone baru yang bisa mengoperasikan facebook. namun karena tidak mendapat respon dari kedua orang tuanya, si anak pun akhirnya memilih untuk gantung diri. Sungguh suatu hal yang sudah di luar batas.

Akhirnya, sangatlah bijak apabila kita mencoba introspeksi diri dan mengenali sampai sejauh mana kita terinfeksi oleh sindrom ini. Well, jawabannya tentu ada di benak kita masing-masing!.

9 comments:

Post a Comment