Makanan Ibu Hamil Muda. Riset menunjukkan,
seorang wanita yang mendapat asupan gizi yang cukup semenjak kecil
mempunyai kemungkinan melahirkan bayi sehat tanpa komplikasi dan
memproduksi air susu ibu (ASI) yang cukup baik mutu maupun jumlahnya.
Berikut ini beberapa nutrisi makanan sehat bagi ibu hamil :
Kalori (energi)
Seorang wanita selama kehamilan memiliki kebutuhan energi yang
meningkat. Energi ini digunakan untuk pertumbuhan janin, pembentukan
plasenta, pembuluh darah, dan jaringan yang baru. Selain itu, tambahan
kalori dibutuhkan sebagai tenaga untuk proses metabolisme jaringan baru.
Namun dengan adanya pertambahan kebutuhan kalori ini tidak lantas
menjadikan anda terlalu banyak makan. Tubuh anda memerlukan sekitar
80.000 tambahan kalori pada kehamilan. Dari jumlah tersebut, berarti
setiap harinya sekitar 300 tambahan kalori dibutuhkan ibu hamil. Memang
cukup sulit untuk mengetahui berapa kalori yang telah dikonsumsi setiap
harinya. Untuk jangka pendek, gunakanlah rasa lapar anda sebagai panduan
kebutuhan kalori. Monitorlah berat badan anda untuk membantu menilai
apakah anda mengkonsumsi makanan sejumlah kalori yang tepat. Mungkin
saja anda membutuhkan bantuan dokter ataupun ahli gizi untuk membantu
anda dalam mencukupi kebutuhan kalori selama kehamilan.

Protein
5 sempurnaAnda membutuhkan protein lebih banyak selama kehamilan
dibandingkan waktu-waktu lain di seluruh hidup anda. Hal ini dikarenakan
protein diperlukan untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Ibu hamil
membutuhkan sekitar 75 gram protein setiap harinya, lebih banyak 25 gram
dibandingkan yang lain. Menambahkan protein ke dalam makanan merupakan
cara yang efektif untuk menambah kalori sekaligus memenuhi kebutuhan
protein. Produk hewani seperti daging, ikan, telur, susu, keju, dan
hasil laut merupakan sumber protein. Selain itu protein juga bisa
didapat dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, biji-bijian,
tempe, tahu, oncom, dan lainnya.
Folat (Asam Folat)
Folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam
perkembangan embrio. Folat juga membantu mencegah neural tube defect,
yaitu cacat pada otak dan tulang belakang. Kekurangan folat juga dapat
meningkatkan kehamilan kurang umur (prematur), bayi dengan berat badan
lahir rendah (bayi berat lahir rendah/BBLR), dan pertumbuhan janin yang
kurang. Sebenarnya, asam folat sangat diperlukan terutama sebelum
kehamilan dan pada awal kehamilan. Namun, ibu hamil tetap harus
melanjutkan konsumsi folat. 600 mg folat disarankan untuk ibu hamil.
Folat dapat didapatkan dari suplementasi asam folat. Sayuran berwarna
hijau (seperti bayam, asparagus), jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan
roti gandum merupakan sumber alami yang mengandung folat.
Zat Besi
Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel
darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama
kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh
ibu dan pasokan darah bayi. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi
bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak
tercukupi, ibu hamil akan mudah lelah dan rentan infeksi. Risiko
melahirkan bayi tidak cukup umur dan bayi dengan berat badan lahir
rendah juga lebih tinggi. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil yaitu
sekitar 27 mg sehari. Selain dari suplemen, zat besi bisa didapatkan
secara alami dari daging merah, ikan, unggas, sereal sarapan yang telah
difortifikasi zat besi, dan kacang-kacangan.
Zat Seng (Zinc)
Dari beberapa studi dilaporkan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar zar
seng rendah dalam makanannya berisiko melahirkan prematur dan melahirkan
bayi dengan berat lahir rendah. Sedangkan uji klinis suplementasi zat
seng tidak didapatkan kejelasan mengenai keuntungan mengkonsumsi seng
dalam jumlah yang lebih tinggi. Namun mengkonsumsi zat seng dalam jumlah
cukup bagi merupakan langkah antisipatif yang dapat dilakukan. Zat seng
dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh,
kacang-kacangan, polong-polongan, dan beberapa sereal sarapan yang telah
difortifikasi. Pada umumnya, wanita tidak membutuhkan tambahan
suplemen. Namun anda dapat mengkonsumsi suplemen (sekitar 25 mg zat seng
sehari) jika anda dalam kondisi yang kurang sehat.
Kalsium
susu dan kejuJanin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30
mg sehari. Paling banyak ketika trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil
dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain
itu, kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi
dan berdilatasi. Kalsium juga diperlukan untuk mengantarkan sinyal
saraf, kontraksi otot, dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium tidak
tercukupi dari makanan, kalsium yang dibutuhkan bayi akan diambil dari
tulang ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per
hari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk susu seperti susu,
keju, yogurt. Selain itu ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang
baik.
Vitamin C
Vitamin C yang dibutuhkan janin tergantung dari asupan makanan ibunya.
Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan
dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan menghantarkan sinyal kimia di
otak. Wanita hamil setiap harinya disarankan mengkonsumsi 85 mg vitamin
C per hari. Anda dapat dengan mudah mendapatkan vitamin C dari makanan
seperti tomat, jeruk, strawberry, jambu biji, dan brokoli. Makanan yang
kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Vitamin A
Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi
penglihatan, imunitas, serta pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi
berat lahir rendah. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan
sayuran berwarna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur, dan
lainnya.